Anak Udah Bisa Apa?

“Danish udah brp bulan taz?”

“9 bulan”

“Wah udah merambat dong ya?”

“Belom”

“Oh tapi udah merangkak kan?”

“Belom juga. Masih merayap aja”

“Mungkin langsung jalan ga pake merangkak kali taz?”

“Emmhh ngga. Merangkak dulu. Harus.”

Setelah jadi emak2 banyak hal yang tiba2 saya baru tau, entah saya cari tau atau dapet rejeki dari share2 an grup sana sini tentang parenting.

Kali ini saya dapat artikel dari psychocoffeemorning.com mengenai Tuntas Motorik, Investasi Sepanjang Hayat
Artikelnya berseri menjadi 3 bagian, dan ketiga nya memberikan contoh tentang keadaan seorang anak yang tidak tuntas motorik nya.

Setelah saya baca bener2 saya sadar setiap perkembangan anak memang tidak boleh diskip, karena setiap proses nya punya manfaat masing2.

First thing first, what is motorik?
Motorik adalah keseluruhan proses yang terjadi pada tubuh manusia, yang meliputi proses pengendalian (koordinasi) dan proses pengaturan (kondisi fisik) yang dipengaruhi oleh faktor fisiologi dan faktor psikis untuk mendapatkan suatu gerakan yang baik (google it somewhere)

Dan hasil googling juga, gambar dibawah adalah checklist perkembangan motorik untuk anak usia 1-3 tahun

image

Baca selengkapnya disini

One thing I remember from the article, tuntas motorik membuat anak well managed sama badannya sendiri. Ga disangka hal-hal kecil yang terjadi di usia yang udah ga ABG lagi 😛😛 seperti sering jatoh, sering kena pisau, sering jatohin barang, dan hal2 yang menyangkut kordinasi bisa jadi dikarenakan karena dulunya ga tuntas motorik.

Memang Allahuakbar, Allah menciptakan manusia dengan seluruh tahapan pengembangannya. Org tua nya hanya harus menstimulasi, melatih dan memfasilitasi.

Jadi ya gausah terburu2 supaya anak bisa cepet2 jalan. Karena logikanya merangkak jadi safety tool paling ampuh saat anak belajar jalan, reflek anak langsung ke posisi merangkak saat jatuh bukan ke posisi duduk.

Hampir saya pinjam baby walker ponakan, hampir saya membiarkan mas Danish di tetah padahal belum merangkak. 😂😂

Bikin anak merangkak ternyata bukan hal yg mudah :'(:'(. Setiap hari saya stimulasi dengan taro mainan dan barang2 yang menarik perhatian dia, ya diambil sih cuma merayap. Ngikutin saya ke dapur, ya merayap, ngikutin saya kemana2, ya merayap, curious sama suatu hal dan pengen pegang, ya merayap. Saya sampe merangkak disebelah dia yang merayap, main sama dia juga merangkak, nyamperin dia juga merangkak. Tapi sampai tulisan ini dibuat mas Danish belum merangkak. Wis ben karepmu nak.

Awalnya khawatir, segala pengen pijat fisioterapi lah, konsul klinik tumbuh kembang lah. But then I realize, ternyata teori BLW alias Baby-Led Weaning yang saya pake buat MPASI itu bisa dimaknai luas. So i prefer to baby-led in every aspect of his development.

Saya biarkan tumbuh kembang nya berjalan apa adanya tanpa harus maksa tanpa harus khawatir berlebihan. Yang saya lakukan setiap hari hanya menstimulasi. He is ready when he is ready. No need to rush or push harder. I believe in you my son 😚😚

Jadi kalo ada yg bilang

“Taz, bayi seumur danish gini harusnya dah pada bisa berdiri sendiri loh”

“Oya? Waw hebat ya. Iya nih danish belum”

Tapi walaupun danish belum merangkak dan merambat. Kalo ada yang tanya

“Danish udah bisa apa?”

“Udah bisa makan!” 😄😄

*Yeaayy dalam hati*

I should write some more later about his development on BLW. :mrgreen::mrgreen:

Okay. Soon

Thanks for reading. Dan ayo merangkak! 😅😅

image

Advertisements